Contributor

DESA WISATA SEJUTA TANAMAN DELI SERDANG, SUMATERA UTARA

Desa Wisata Sejuta Tanaman di Deli Serdang - Di Kecamatan Tg. Morawa Kabupaten Deli Serdang terdapat sebuah desa yang unik, terletak diantara jalur lintas sumatera km. 11 – 13 Tg. Morawa. Sepintas jika kita hanya mengintip dari tepi jalan raya, tidak ada sesuatu yang mencolok dari Desa Ini . Namun jika menelusuri lebih dalam kita akan terpana oleh dedaunan hijau yang berbaris rimbun ditepi jalan, bunga-bunga yang berwarna warni bermekaran, bibit – bibit tanaman holtiultura yang menyelip dalam formasi rapi ditambah juga batang-batang bonsai berdiri indah disepanjang jalan di desa ini. Tidak cukup disitu , rumah-rumah sungkup yang banyak ditemukan disini terlihat seperti komplek pembibitan tanaman. Tempat ini dinamakan Desa Bangun Sari , sebuah desa yang menyuguhkan wisata botani sebagai view utama. Para penduduk desa sebagian besar adalah seorang penangkar tanaman, setiap harinya mereka menyemai dan menanam bibit-bibit baru untuk disuplai kepada para konsumen. Tidak heran lokalisasi ini tidak hanya menjadi gudang bisnis namun wisata botani yang layak dijajaki.

Menurut Ketua Asosiasi Penangkar Tanaman Sumatera Utara (ASPENTA-SU), N. Akelaras yang juga bermukim di Desa ini terdapat lebih dari 300 penangkar yang aktif membuka usaha pembibitan di Sini. Jumlah ini menjadikan sebagai desa penghasil penangkar tanaman terbesar di Pulau Sumatera jauh lebih besar dari desa Tongkoh di Tanah Karo . Pusat utama dari komplek penangkaran tanaman ini tersebar padaat di Gg. Madirsan dan Gg. Darmo. Tanaman – tanaman ini di jual dengan harga relatif murah dan terjangkau. Dari yang kelas murah seharga ratusan rupiah , hingga tanaman – tanaman siap panen seharga jutaan rupiah. Mereka menjajakan tanaman dalam bentuk polybag hingga pot Besar , bahkan dengan teknik khusus , ada penangkar menjual tanaman berbuah yang sudah tertanam di dalam tanah.

Sejak tahun 80-an para penangkar sudah mendiami desa ini . Umumnya jenis tanaman yang ditangkar didominasi oleh tanaman hias seperti Bogenfilla, mawar , beringin , palam , dadap merah , pucuk merah ,bunga jarum , asoka dan lain-lain. Namun beberapa tanaman holtikultura (buah) , tanaman pertanian dan kehutanan juga cukup komplit untuk kita buru, dan jika hanya ingin berjalan-jalan menikmati indahnya bibit-bibit pohon yang berbaris rapi dan tertata.indah.

Untuk para pengunjung yang datang kemari , mereka tidak hanya cukup membeli tanaman , beberapa aksesoris untuk penangkaran juga dijual melengkapi kebutuhan para konsumen . Terdapat grosir untuk pupuk , nursery tools, polybag , pot , plastik yang tersedia disekitar desa. Lebih unik lagi, Di Desa ini pula terdapat sebuah klinik tanaman Planta yang dikelola oleh salah satu penangkar Tanaman senior N. Akelaras. Beliau telah menggeluti dunia penangkaran selama lebih 40 tahun. Beliau berhasil membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat Desa yang dikenal dengan nama Tani Mas. Sejak tahun 1983 KSM Tani Mas ini dibentuk dengan tujuan untuk membina masyarakat sekita yang ingin belajar tentang dunia penangkaran tanaman secara gratis. Dari banyak masyarakat yang yang bina, banyak pula yang menghasilkan penangkar-penangkar baru yang merintis usaha mandiri.

Berbicara masalah klinik tanaman, N. Akelaras menjelaskan bahwa klinik tanaman merupakan wadah konsultasi tentang penyakit tanaman, kalau ada tanaman yang sakit mungkin bisa dibawa kemari, bisa kita konsultasikan solusi dan penangananya. Klinik tanaman pertama di sumatera Utara ini didirikan atas kerja sama dengan NGO CABI dan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada tahun 2007.

Saat ini Desa Bangun sari tidak hanya sekedar menjadi desa penangkar yang memproduksi jutaan tanaman pertahunnya , namun sudah menjelma menjadi desa yang sarat edukasi. Banyak anak-anak sekolah yang berasal dari dalam maupun luar daerah yang datang kemari, umumnya mereka ingin praktek materi biologi atau hanya sekedar wisata botani saja. Sebagian pelajar belajar membuat bibit pohon sambil melihat cara kerja para penangkar memproses penyemaian dan perbanyakan tanaman disini. Bahkan tidak tanggung-tanggung pengalaman N. Akelaras sendiri pernah melatih siswa SMK Pertanian dari Aceh dan Tapanuli hingga berbulan-bulan. Begitu juga dengan mahasiswa , banyak Mahasiswa Fakultas Pertanian yang memanfaatkan daerah ini sebagai wadah penelitian tugas akhir.

Dengan fitur dunia penangkaran yang lengkap , desa ini layak menjadi destinasi hijau di Sumatera Utara. Kalau di Belanda kita mengenal Keunkeuf sebagai kampung Tulip, di Bogor juga kita kenal dengan Cipaku,sebagai pusat penelitian tanaman dan buah-buah, maka di Sumatera Utara kita harus mengenal desa Bangun sari sebagai taman penangkaran tanaman , Desa sejuta Tanaman layak kita juluki bagi Desa ini , isinya tidak hanya tentang bisnis , lebih dari itu desa ini mencerminkan Jati Dari dan Edukasi bagi masyarakat sumatera Utara.


(tulisan ini telah dimuat di My Lovely Magazine Edisi Mei 2014) 

Contributor : Abdul Karim

Medan Wisata

Untuk Informasi Tentang MedanWisata.com bisa lihat di menu About Atau hubungi kami langsung melalui menu Contact yang tersedia || Bagi yang ingin Mengirimkan Artikelnya bisa kirim ke Email : medanwisatacom@gmail.com Terima Kasih

1 komentar:

  1. Ayo bantu Greenpack untuk mewujudkan Indonesia yang lebih hijau. Cari tahu lebih lanjut tentang Greenpack di sini http://www.greenpack.co.id/

    BalasHapus

# Silahkan Anda Berkomentar dengan Baik dan Sopan
# Pesan dilarang Mengandung SARA dan Spam
# Terima Kasih Telah berkunjung di MedanWisata.Com

Diberdayakan oleh Blogger.